Ciaat! Silat Betawi Rasa Shaolin
Kalau menyebut kata 'pendekar', yang terbayang adalah orang kekar
berwajah garang. Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip
di pinggang. Namun dua pria yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu.
Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk.
Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau
mereka adalah pendekar pencak silat Beksi dari Betawi."Wah kirain belum
sampe, nyok masuk," sapa Haji Basyir (41) dengan logat Betawi kental
kepada detikcom di rumahnya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).
Haji Basyir adalah Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H
Hasbullah, sementara temannya Endang, adalah Koordinator Pelatih di PPS
Beksi H Hasbullah. Dalam obrolan sore itu, Basyir membandingkan pencak
silat dengan karate, taekwondo dan sejumlah beladiri lain yang menjadi
eskul di sekolah."Di Jakarta, pencak silat jarang jadi eskul di sekolah
kalau dibanding olah raga bela diri dari luar. Aneh kan? Padahal silat
adalah budaya bangsa sendiri," kata Basyir.
Pencak silat, juga merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari
budaya Betawi. Basyir menjelaskan silat Betawi tidak hanya Beksi.
Menurut Basyir, ada juga silat Cingkrik, Kotek, Honje, Golok Seliwa dan
Mustika Kwitang. Belum lagi, silat Cimande asal Jawa Barat dan Banten
yang ikut meramaikan khasanah ilmu beladiri di Jakarta, namun lagi-lagi
pamornya dikalahkan dengan ilmu beladiri dari China, Jepang, Korea dan
Brazil.
Banyak juga perguruan yang bubar atau hilang, ketika sang guru
meninggal. Para pengurus Beksi kini berencana membuat yayasan agar bisa
mempertahankan paguyuban para pendekar Beksi."Kita sudah masuk Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI), tapi Beksi belum bisa ikut pertandingan.
Kita dianggap keras tekniknya, padahal pertandingan ini menjadi salah
satu cara mempopulerkan Beksi," ungkapnya panjang lebar.
Di tengah obrolannya itu, Basyir dan Endang pun memperaktekkan
beberapa jurus Beksi. Gerakannya cepat dan banyak permainan tangan.
Sekilas jadi mirip dengan aikido, bela diri kegemaran aktor Steven
Seagal. "Gerakan dan jurus Beksi murni kekuatan fisik, kecepatan
berpikir untuk melumpuhkan musuh. Jadi, kita tidak menggunakan ilmu
tenaga dalam," tegasnya.Dalam Beksi ada ada 9 formasi, 12 jurus dan 6
jurus kembangan yang harus dikuasai setiap murid.
Beksi mengandung filosofi dari setiap hurufnya, 'Berbaktilah Engkau
Kepada Sesama Insan'. Filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para
pendekar Beksi. Sementara kata 'Beksi' aslinya berasal dari bahasa
China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti
empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? Rupanya silat Beksi
adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.Basyir pun mengisahkan,
silat Beksi diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal
di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat
beraliran Shaolin Utara di China. "Beliau
diakui bersama sebagai guru
besar yang pertama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Tangerang dan
Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi,"
ujarnya.Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu
diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong.
Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki
Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong
pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak
silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir,
Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.
"Harapan kita, agar Beksi atau pencak silat lainnya tidak hilang
ditelan zaman dan kalah dengan bela diri asing yang masuk ke sini," ujar
Basyir berharap.Baysir mengatakan, Beksi juga digemari oleh orang
asing. Silat Beksi juga sudah dipelajari sejumlah orang dari beberapa
negara. "Nah, kenapa kita sendiri tidak mau belajar silat? Gerakan dan
jurus kita berbeda, nggak apa-apa. Yang penting, pencak silat tetap jadi
tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
Sumber:
http://m.detik.com/read/2010/05/26/162101/1364601/159/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin
http://m.detik.com/read/2010/05/26/162101/1364601/159/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar